Diisukan Buat Fikih Waria, FJI Datangi Pesantren Transgender di Yogya
SerbaSerbi

Belasan anggota Front Jihad Islam (FJI) mendatangi pesantren yang disebut-sebut menampung waria dan transgender.

WowKeren - Dengan semakin maraknya kasus LGBT belakangan ini, penolakan dari masyarakat pun semakin keras. Kaum ini seringkali dihujat dan tidak diterima di mana-mana.

Meski begitu, sebuah pondok pesantren di Kotagede, Yogyakarta ini tampaknya menjadi salah satu wadah bagi mereka. Ponpes Al-Fatah ini dikenal menerima dan menampung banyak waria dan transgender.


Namun, baru-baru ini, pondok pesantren ini didatangi oleh Anggota Front Jihad Islam (FJI). Mereka datang untuk mengklarifikasi rumor yang beredar tentang ajaran yang menyimpang.

Ponpes tersebut diisukan membuat fikih (ilmu tentang islam) waria. Mereka juga ingin memastikan jika pesantren tersebut memang benar digunakan untuk memperbaiki diri.

"Tidak ada kekerasan di sini, mau tabayuh (klarifikasi)," ujar Komandan ormas FJI, Abdulrohman. "Kami sudah investigasi. Kalau pesantren ini memang buat mentobatkan waria, tentu bagus. Tapi kalau tidak, tentu ini masalah."

Sementara itu, pihak Kepolisian telah mengamankan lokasi sebelum FJI datang ke pondok pesantren tersebut. Sejumlah penghuni juga telah mengungsikan diri. Kapolsek Banguntapan, Kompol Suharno mengungkap pihaknya mendapat laporan dari pengaruh ponpes Shinta Ratri terkait kedatangan kelompok tersebut.

"Kami tadi menerima laporan, lalu saya langsung tindak lanjuti cek lapangan. Ini wilayah saya, jadi harus saya amankan," kata Suharno. "Kami tidak akan hitung hari, berapa hari akan mengamankan, tapi kami akan jaga sampai kondisi aman."

You can share this post!

Loading...