Netflix Investasi Rp 9,9 Triliun Untuk Media Korea, Iklan 'True Beauty' Kena Sindir
Naver
TV

Netflix telah menginvestasikan total 770 miliar KRW (sekitar Rp 9,9 triliun) dan melancarkan rencana besar-besaran. Angka ini naik 34,3 persen dari target di tahun 2019.

WowKeren - Netflix kini menjelma menjadi platform paling streaming paling banyak ditonton. Yang menarik, Netflix kini menjadi semakin fokus pada perkembangan media Korea Selatan khususnya dalam k-drama.

Netflix telah menginvestasikan total 770 miliar KRW (sekitar Rp 9,9 triliun) dan melancarkan rencana besar-besaran. Tahun lalu, mereka menginvestasikan 333,1 miliar KRW (sekitar Rp 4,2 triliun), angka ini naik 34,3 persen dari 2019.

Angka ini lebih dari 22 kali lipat jumlah investasi (15 miliar KRW) yang dilakukan pada tahun pertama. Hasilnya, Netflix memasok total 4.536 judul di Korea pada hari Rabu.

Netflix juga menjadi peluang baru bagi perusahaan produksi Korea. Alih-alih mengekspor karya lewat negara, karya tersebut dapat diperkenalkan ke 190 negara tempat layanan Netflix disediakan.

Netflix Investasi Hampir Rp 1 Triliun Untuk Media Korea, Iklan \'True Beauty\' Disindir

Source: Naver


Netflix mendukung biaya produksi dalam skala besar dan tidak memiliki batasan materi atau ekspresi, sehingga produksi dapat mencakup berbagai cerita seperti zombie dan monster.

Seorang pejabat dari Netflix menyatakan, "Efek riak dari ekspor konten terlihat jelas." Berkat ini, ada yang mengatakan bahwa lebih dari 80 hingga 100 skenario produksi Korea disajikan di Netflix setiap minggu.

Investasi besar Netflix untuk media Korea Selatan ini menjadi perbincangan netizen Korea Selatan. Banyak yang rupanya menyindir iklan Tiongkok yang muncul dalam drama "True Beauty".

"Kupikir ini untuk yang terbaik. Aku menonton 'True Beauty' di tvN baru-baru ini dan mereka memiliki begitu banyak uang Tiongkok yang diinvestasikan sehingga mereka memasukkan perusahaan Tiongkok ke dalam PPL mereka tanpa berpikir. Ada adegan remaja makan hot pot di toserba, yang konyol dan iklan berbahasa Mandarin di halte bus. Itu benar-benar merusak citra drama dan aktor untukku dan membuatku kesal. Aku lebih suka drama kami menunggu investasi yang 'layak' dari perusahaan seperti Netflix untuk meningkatkan kualitas pekerjaan kami dari sana."

"Menonton 'Kingdom' membuatku menyadari bahwa investasi besar seperti Netflix benar-benar mengubah kualitas pekerjaan. 'Kingdom' praktis berisiko kehilangan alur cerita mereka karena para produser mencoba memotong biaya sampai Netflix masuk dan menyimpannya."

(wk/amal)

You can share this post!

Related Posts