Begini Komentar PDIP Soal Geger Ribka Kadernya Tolak Vaksin Corona
Nasional
Vaksin COVID-19

Komentar anggota DPR, Ribka Tjiptaning yang menolak vaksin COVID-19 memang telah menggegerkan publik. PDIP pun langsung menanggapi pernyataan kontroversial kadernya itu.

WowKeren - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari PDIP, Ribka Tjiptaning langsung menjadi trending setelah menyatakan menolak divaksin virus corona. Ia bahkan meminta pemerintah untuk tidak menjadikan pandemi COVID-19 sebagai lahan bisnis. Pernyataan kontroversialnya itu kini mendapatkan tanggapan dari pihak PDIP.

Ketua DPP PDIP Sri Rahayu menegaskan partainya mendukung penuh program vaksinasi COVID-19 yang dilakukan pemerintah. Hal ini sesuai dengan amanat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnopuri yang akan mendukung pemerintah dalam melakukan upaya penanganan pandemi virus corona.

”Kan cerita utuhnya seperti apa kan nggak tahu saya,” kata Sri Rahayu seperti dilansir dari Detik, Rabu (13/1). “Kadang-kadang kan di ini, apa, tapi yg jelas PDI Perjuangan tentu sesuai dengan apa yang disampaikan Ibu ketua Umum (Megawati Soekarnoputri) bahwa kita sangat mendukung upaya pemerintah untuk vaksinasi.”

Lebih lanjut Wakil Ketua Komisi IX DPR itu menjelaskan pentingnya vaksinasi untuk mengatasi pandemi. Vaksin COVID-19 dinilai dapat meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat sehingga dapat menekan penyebaran virus.


”Karena itu merupakan salah satu cara ya untuk meningkatkan kekebalan tubuh kita,” jelas Sri Rahayu. “Dan sampai hari ini kan belum ada memang, baru vaksin, yang sekarang sedang berjalan ini baru dimulai.”

Mengenai pernyataan Ribka, Sri menegaskan enggan berkomentar lebih lanjut. Ia turut meyinggung sanksi yang mungkin diberikan ke Ribka sepenuhnya merupakan wewenang Megawati. “Saya belum tahu secara utuhnya seperti apa. Kalau sanksi kan bukan urusan saya. Tanya Bu Ketum,” ujar Sri.

Sebelumnya, Ribka dalam rapat dengar bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi menyatakan tidak ingin divaksin. Ia juga lebih memilih keluarganya diberi sanksi ketimbang harus menerima vaksin COVID-19.

”Saya tetap tidak mau divaksin (corona) maupun sampai yang 63 tahun bisa divaksin,” tegas Ribka dalam rapat kerja (raker) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/1). “Saya udah 63 nih.”

”Mau semua usia boleh, tetap, di sana pun hidup di DKI semua anak-cucu saya dapat sanksi Rp 5 juta,” sambungnya. “Mending gue bayar, mau jual mobil, kek.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts