Menkes Blak-Blakan Penyebab Vaksin Merah Putih Belum Siap Edar, Ternyata Baru Sampai Tahap Ini
YouTube/Sekretariat Presiden
Nasional
Vaksin COVID-19

Vaksin Merah Putih memang sejak awal dirancang untuk mempersiapkan kebutuhan jangka panjang vaksin COVID-19 di Indonesia. Lantas sejauh apa perkembangannya?

WowKeren - Indonesia memiliki sejumlah vaksin COVID-19 yang akan diedarkan. Salah satunya adalah vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Indonesia secara mandiri.

Kendati demikian, sampai saat ini vaksin Merah Putih masih belum bisa diedarkan karena masih tahap perkembangan. Namun sebenarnya, sudah sampai tahap manakah pengembangan vaksin tersebut?

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap vaksin Merah Putih saat ini masih sampai di tahap pertama, yakni riset dan pengembangan. "Masih dalam tahap pertama dari tiga tahap, yaitu untuk melakukan research and development dan outputnya berupa vaccine seeds (bibit vaksin)," kata Budi Gunadi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (13/1).

Sejauh ini, tutur Budi, riset dan pengembangan dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman adalah yang tercepat. Menurut informasi, bibit vaksin kemungkinan baru dapat diserahkan ke PT Bio Farma selaku produsen pada Kuartal I-2021 ini.


"Antara Q1 dan Q2, saya ambil optimis Q1 2021," kata Budi Gunadi, dilansir dari Kompas. Lantas apakah pengembangan vaksin berhenti sampai di penyerahan bibit kepada Bio Farma?

Dijelaskan lebih lanjut, bibit vaksin ini kemudian akan melalui serangkaian proses dan tiga tahap uji klinis. Dengan seluruh proses dan uji klinis tersebut, vaksin Merah Putih diperkirakan baru siap pada Kuartal II-2022.

Sebab rupanya vaksin Merah Putih memang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan di 2022 serta kebutuhan jangka panjang. Apalagi jika vaksin diberikan pada 2021, kemungkinan kekebalannya sudah mulai hilang tahun depan.

"Akan selesai di awal Kuartal II-2022. Kemudian approval diberikan untuk diproduksi. Jadi ancar-ancar kami insya Allah ini akan jadi vaksin berikutnya," jelas mantan Wakil Menteri BUMN itu. "Kalau misal vaksin sudah diberikan tahun 2021 ini, akan mulai habis kekebalannya di tahun 2022."

Terkait persiapan vaksin Merah Putih ini pun akan melibatkan sejumlah pihak lain. "Bekerja sama dengan perguruan tinggi, dengan Menristek/BRIN," pungkas Budi Gunadi.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts