Jokowi Akui Malu Kalau ASEAN Bahas Hal Ini, Sigap Beri Ancaman ke Kapolda dan Pangdam
Twitter/jokowi
Nasional

Presiden Joko Widodo mengaku malu jika dalam pertemuan ASEAN malah membahas perihal kebakaran hutan dan lahan. Karena itulah Jokowi pun segera memberi arahan strategis untuk masalah tersebut.

WowKeren - Presiden Joko Widodo belum lama ini blak-blakan mengaku malu jika ada satu topik yang secara spesifik dibahas di rapat tingkat regional Asia Tenggara. Masalah itu ternyata adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang beruntungnya menurut Jokowi tidak pernah lagi dibahas dalam agenda kawasan selama beberapa waktu belakangan.

"Jangan sampai kita ini malu, di ASEAN Summit, dalam pertemuan negara ASEAN, membicarakan lagi soal ini (kebakaran hutan). Dalam lima tahun ini sudah nggak ada (dibahas), jangan sampai dibuat ada lagi, malu kita. Dipikir kita tidak bisa selesaikan masalah ini," kata Jokowi ketika Rakornas di Istana Negara, Senin (22/2).

Dan demi mencapai hal tersebut, Jokowi pun tak segan mengungkap sejumlah ancaman. Termausk mengancam akan mencopot aparat TNI/Polri yang bertugas di daerah rawan karhutla apabila lalai dalam bekerja.

Ancaman ini berlaku untuk sejumlah jabatan terkait. Mulai dari Kapolda, Kapolres, Pangdam Dandim, hingga Pangdam Danrem di daerah yang memang berpotensi terjadi karhutla jika tak bisa mengendalikan bencana yang terjadi.


Kalau di wilayah saudara-saudara ada kebakaran (hutan) dan membesar dan tidak tertangani dengan baik, aturan mainnya tetap sama, belum saya ganti," ujar Jokowi. "Saya kira kita masih ingat semuanya, kalau yang ikut rutin setiap tahun pertemuan ini dengan saya pasti masih ingat. Yaitu dicopot dan diganti."

Jokowi tak menampik saat ini pemerintah dan masyarakat juga dibuat geger dengan bencana seperti banjir besar yang menerjang DKI Jakarta dan sekitarnya. Kendati demikian, jangan sampai penanganan atau kewaspadaan terhadap ancaman karhutla menjadi kendor.

"Kita harapkan sebuah rencana pencegahan yang matang, yang detail," pungkasnya. "Sinergi semakin kuat dan eksekusi lapangan yang semakin efektif."

Sebagai informasi, saat ini Riau juga tengah dihadapkan dengan bencana karhutla yang disebut-sebut sulit dipadamkan karena titik api kian meluas. Bahkan sebanyak puluhan hektare lahan dilaporkan terbakar hingga tim pemadam kebakaran yang mendesak agar diberi bantuan helikopter water bombing.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts