RI ‘Gercep’ Vaksinasi COVID-19, Sri Mulyani: Kita Peringkat 18 Dunia
Instagram/kemenkeuri
Nasional
Vaksin COVID-19

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani membeberkan perkembangan positif program vaksinasi COVID-19 di Indonesia dan membandingkannya dengan negara-negara lainnya.

WowKeren - Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia rupanya menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita pada Selasa (23/2).

Sri Mulyani memuji Indonesia sebagai salah satu negara yang paling cepat dalam menjalankan program vaksinasi anti-virus corona (Coronavirus Disease-2019). Situasi ini membuat Indonesia menjadi lebih maju dalam hal vaksinasi dibanding sejumlah negara lain.

Bahkan Indonesia juga mencatat angka yang mengagumkan. Hingga Senin (22/2), Indonesia telah melakukan vaksinasi terhadap 1,96 juta orang di Tanah Air. Angka itu membuat Indonesia menempati posisi ke-18 di dunia terkait perkembangan vaksinasi.


”Dari sisi vaksinasi, Indonesia termasuk yang pertama meski perkembangan jumlah yang divaksin berbeda-beda di setiap negara,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita di akun YouTube Kemenkeu, Selasa (23/2). “Sampai 22 Februari 2021, di Indonesia sudah 1,96 juta, nomor 18 dunia.”

Menurutnya, vaksin telah memberikan harapan baru bagi kehidupan masyarakat dunia. Dengan vaksin COVID-19, Sri Mulyani menyebut aktivitas dan mobilitas masyarakat bisa relatif lebih normal.

Kendati sudah ada vaksin, Sri Mulyani tetap memberikan peringatan pentingnya menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Diantaranya adalah selalu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

”Vaksin memberi harapan dan membuat masyarakat lebih tahan terhadap covid-19 sehingga menjadi harapan pemulihan ekonomi,” ujar Sri Mulyani. “Namun itu tidak menjadi satu-satunya solusi.”

”Masyarakat harus tetap melakukan disiplin kesehatan dengan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan),” sambungnya. “(Vaksin) ini bukan substitusi, tetapi komplementer agar kegiatan ekonomi, sosial, pendidikan bisa berjalan relatif lebih normal.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts