Ekonomi Tiongkok Melonjak 18,3 Persen Kuartal I   2021 Berkat Hal Ini
Unsplash/Macau Photo Agency
Dunia

Angka pertumbuhan kuartalan ini menjadi yang tertinggi sejak tahun 1992. Meski pandemi COVID-19 pertama kali muncul di Tiongkok, namun Negeri Tirai Bambu tersebut juga menjadi negara yang paling cepat pulih.

WowKeren - Pertumbuhan ekonomi Tiongkok dilaporkan melonjak hingga 18,3 persen pada kuartal I tahun 2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang tajam usai Tiongkok dihantam pandemi virus corona (COVID-19) sejak akhir tahun 2019.

Angka pertumbuhan kuartalan ini menjadi yang tertinggi sejak tahun 1992, sejak Tiongkok mulai merilis angka-angka pertumbuhan ekonominya. Meski pandemi COVID-19 pertama kali muncul di Tiongkok, namun Negeri Tirai Bambu tersebut juga menjadi negara yang paling cepat pulih.

"Perekonomian nasional melihat awal yang baik," tutur Juru Bicara Biro Statistik Nasional Tiongkok pada Jumat (16/4) hari ini. Lonjakan tajam pertumbuhan ekonomi ini, tutur Liu, sebagian disebabkan oleh "faktor-faktor yang tidak dapat dibandingkan seperti angka dasar yang rendah tahun lalu dan peningkatan hari kerja karena karyawan tidak pergi kemana-mana".

Para pekerja migran di Tiongkok didesak untuk tetap berada di wilayah tempat mereka bekerja untuk mencegah munculnya penularan COVID-19 lokal. Para pekerja migran tersebut kemudian tetap bekerja di masa liburan mereka.


Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada kuartal I tahun 2020 tercatat berada di angka 0,6 persen. Hal ini juga dinilai menjadi salah satu alasan angka pertumbuhan ekonomi Tiongkok di kuartal ini melesat drastis. Menurut Liu, pertumbuhan kuartalan Tiongkok telah "menunjukkan pemulihan yang stabil".

Adapun pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan drastis usai kehati-hatian di sekitar periode liburan mereda dan konsumsi domestik melonjak. Produksi industri Tiongkok naik 14,1 persen pada Maret 2021, sedangkan penjualan ritel melonjak sebesar 34,2 persen seiring dengan sebagian besar kehidupan masyarakat telah kembali normal.

Meski demikian, Liu memperingatkan bahwa lanskap internasional masih mengandung "ketidakpastian yang tinggi". Pada Maret 2021, tingkat pengangguran perkotaan turun sedikit menjadi 5,3 persen.

Tingkat pengangguran tersebut mendapat perhatian khusus karena kenaikan konsumsi Tiongkok masih berada di bawah peningkatan sektor industrinya. "Pemulihan tetap tidak merata, dengan konsumsi swasta tertinggal karena meningkatnya pengangguran," tutur kepala ekonom HSBC Tiongkok, Qu Hongbin, dalam laporan baru-baru ini.

Di sisi lain, Tiongkok disebut sebagai satu-satunya ekonomi besar yang mencatat pertumbuhan pada tahun 2020. Di saat banyak negara berperang melawan pandemi COVID-19, pertumbuhan ekonomi Tiongkok mencapai 2,3 persen.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts