Geger Keluarga Pasien Aniaya Perawat RS di Sumsel, Ternyata Anggota Polisi?
commons.wikimedia.org/Mohsen Atayi
Nasional

CR (27) ditampar dan dianiaya keluarga pasien yang dirawatnya di RS Siloam Sriwijaya Palembang Sumsel pada Kamis (15/4). Kini kasus sudah ditangani pihak kepolisian.

WowKeren - Peristiwa tak menyenangkan dialami Christina Remauli (27), seorang perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan. Pasalnya Christina menjadi korban penganiayaan keluarga pasien hingga menjadi viral di media sosial.

Yang membuat miris, penganiayaan ini ternyata terjadi ketika keluarga pasien enggan mendengarkan penjelasan dari sang perawat. Direktur Keperawatan RS Siloam Sriwijaya, Tata, mengungkap insiden terjadi pada Kamis (15/4) siang ketika Christina berusaha melepas selang infus karena pasien sudah diperbolehkan pulang.

"Dikarenakan pasien merupakan anak pelaku dan masih berusia dua tahun, sedang aktif-aktifnya, kita berhati-hati untuk mencabut selang infus," jelas Tata, Jumat (16/4). Sayang insiden kecil terjadi hingga menyebabkan tangan pasien mengeluarkan darah saat selang infus dilepas.

Christina pun langsung menghentikan perdarahan pada pasien. Yang tak disangka, beberapa jam setelahnya Christina dipanggil pelaku ke kamar pasien itu demi mengonfirmasi apa yang sebenarnya terjadi. Namun sebelum pertanyaan dijawab, pelaku malah menampar perawat.


"Pelaku juga memaksa perawat kami bersujud meminta maaf, di saat itu juga dia menendang perut perawat kami. Melihat kejadian tersebut, kami sempat menghalangi dan melerai, namun pelaku justru menarik rambut korban. Hingga petugas keamanan RS pun berdatangan dan mengamankan korban karena terluka dan memar," kata Tata.

Dalam rekaman yang beredar, tampak petugas RS tak bisa berbuat banyak ketika Christina dihajar oleh pelaku yang mengenakan topi tersebut. Dan ketika berusaha dilerai, sang pelaku sempat mengaku sebagai anggota kepolisian.

Namun ditegaskan Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, pelaku hanya mengada-ada sebagai aparat berwajib. "Tidak betul (pelaku anggota Polri). Pelaku itu ngaku-ngaku sebagai anggota Polri," tegas Eko kepada Detik News.

Memang ada anggota polisi yang hadir di tempat kejadian perkara, yang malah berusaha mencegah pelaku melakukan penganiayaan. "Anggota Polri yang melerai dan melarang untuk melakukan aniaya. (Dia) keluarga pasien yang kebetulan di TKP, pasien lain," ujar Eko.

Hingga kini pihak kepolisian masih mengejar pelaku dan keluarganya. Pihak RS Siloam Sriwijaya sendiri sudah melaporkan insiden tak menyenangkan ini kepada kepolisian setempat.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts