Di Tengah Isu Reshuffle Kabinet, Menteri BUMN Erick Thohir Nyatakan Siap Dicopot
Instagram/erickthohir
Nasional
Reshuffle Menteri Jokowi

Isu reshuffle kabinet Indonesia Maju tampaknya semakin seru untuk diperbincangkan. Setelah beberapa tokoh politik dan menteri buka suara terkait isu reshuffle tersebut, kini tanggapan datang dari Menteri BUMN Erick Thohir.

WowKeren - Isu reshuffle kabinet Indonesia Maju mendapatkan respons dari sejumlah menteri dan tokoh politik, salah satunya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Setelah sebelumnya PKB sempat menyebut menteri berinisial M yang akan direshuffle, tak disangka-sangka malah Erick Thohir yang menyatakan siap dicopot.

Erick mengatakan bahwa dirinya siap untuk dicopot jika memang sudah menjadi keputusan mutlak dari Presiden Joko Widodo. Menurutnya, menteri harus siap untuk dicopot karena hanya sebagai "pembantu" presiden.

"Kalau saya sejak awal sudah bicara siap diangkat, siap dicopot karena kita pembantu presiden," ujar Erick. "Jangan kita sebagai menteri siap diangkat, tapi dicopot gak siap."

Erick menyebutkan bahwa pemilihan dan kepercayaan yang diberikan bukan karena suka atau tidak, melainkan berdasarkan dengan tahapan Good Corporate Governance (GCG). Ia mengungkapkan bahwa hal tersebut sama dengan dalam penggodokan direksi dan komisaris di BUMN.


"Dan tentu kenapa presiden melakukan perbaikan itu?," tandas Erick. "Bukan untuk presiden sendiri, tapi untuk kebaikan rakyatnya supaya tadi, di masa pemerintahan ini banyak penugasan itu harus ada hasilnya buat rakyat Indonesia itu sendiri."

Sementara itu, Hendri Satrio selaku pakar komunikasi politik menilai bahwa reshuffle kabinet Indonesia Maju menjadi sesuatu yang urgen selepas sejumlah momen penting yang muncul beberapa waktu belakangan. Selain itu, ia juga menilai bahwa reshuffle tersebut bakal menjadi yang terakhir.

"Terus ditambah lagi mungkin ada beberapa kontroversi akhir-akhir ini kan impor beras, terus kemarin yang UU Cipta Kerja, segala macam," tutur Hendri. "Jadi kalau untuk urgen sih urgen, apalagi kelihatannya ini reshuffle terakhirnya Pak Jokowi."

Terkait dengan nama-nama menteri yang kabarnya akan direshuffle, Hendri mengingatkan jika Jokowi sudah tidak punya beban pada periode kedua kepemimpinannya. Ia mengatakan jika mekanisme yang dipakai bisa saja berbeda. "Bisa saja mekanismenya jadi beda-beda," tutup Hendri.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts