Masuknya TKA Tiongkok Dinilai Jadi Salah Satu Faktor Pemudik Nekat Terobos Titik Penyekatan
commons.wikimedia.org/Coris
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Aksi-aksi nekat ini terjadi di tengah masa larangan mudik Lebaran yang berlaku hingga 17 Mei 2021 mendatang. Fraksi PPP di DPR RI pun mengungkapkan sejumlah faktor pemicunya.

WowKeren - Ribuan pemudik yang mayoritas mengendarai sepeda motor dilaporkan menerobos titik penyekatan di Jalur Pantura Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Selain itu, ratusan pemudik sepeda motor juga sempat menerobos pos penyekatan di Bundaran Kepuh, Karawang, Jawa Barat.

Aksi-aksi nekat ini terjadi di tengah masa larangan mudik Lebaran yang berlaku hingga 17 Mei 2021 mendatang. Fraksi PPP di DPR RI pun mengungkapkan sejumlah faktor yang dapat memicu pemudik nekat "menjebol" pos penyekatan mudik.

"Kalau kami melihat ada akumulasi. Satu, mereka yang naik motor mayoritas dari kalangan ekonomi bawah yang mana pekerjaan banyak yang harian dan wirausaha," tutur Sekretaris Fraksi PPP DPR RI, Achmad Baidowi, dikutip dari detikcom pada Rabu (12/5). "Ketika penghasilan tidak ada lagi, mereka ndak ada pilihan harus kembali ke kampung."

Selain itu, masuknya ratusan tenaga kerja asing (TKA) dari Tiongkok beberapa waktu belakangan juga dinilainya menjadi salah satu faktor. Kedatangan TKA bersamaan dengan larangan mudik dalam negeri dinilainya mengusik rasa keadilan bagi masyarakat.


"Saat bersamaan pemerintah melarang mudik, tapi ratusan TKA China masuk. Ini menyebabkan munculnya rasa perlakuan tidak adil," lanjutnya. "Seharusnya kedatangan TKA China itu disesuaikan dengan kalender larangan mudik. Karena saat ini kita sulit membendung narasi di media sosial yang langsung masuk ke masing-masing orang."

Lebih lanjut, teknis di lapangan juga dinilai menjadi salah satu faktor pemudik nekat menerobos. Menurut Achmad Baidowi, jumlah petugas di pos penyekatan mudik Lebaran 2021 tidak sebanding dengan masyarakat.

"Antisipasi terhadap pemotor ini yang kurang diperhitungkan," pungkasnya. "Contoh, jumlah petugas tidak sebanding dengan serbuan pemotor."

Sebelumnya, padatnya pemudik di jalur Pantura juga sempat membuat petugas terpaksa membuka penyekatan di Pos Gamon, Patokbeusi, Subang, pada Rabu dini hari tadi. Para pemudik, baik pengendara motor maupun mobil, diizinkan melintasi titik penyekatan tanpa melalui pemeriksaan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts