Menhub Budi Karya Wanti-Wanti Warga Tak Lakukan Perjalanan Tanggal 16 Mei, Ada Apa?
Instagram/budikaryas
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengingatkan larangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021, yang menurutnya berhasil menurunkan mobilitas warga hingga 70-90 persen.

WowKeren - Pemerintah terus mengantisipasi pergerakan warga yang nekat mudik di tengah pandemi COVID-19. Termasuk soal kapan perkiraan puncak arus balik mudik Lebaran ini.

Disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, puncak arus balik mudik Lebaran tahun ini kemungkinan terjadi pada Minggu (16/5) besok. Karena itulah Budi Karya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan bersamaan pada hari tersebut.

"Ada preferensi masyarakat untuk melakukan pergerakan pada hari Minggu tanggal 16 Mei 2021," ungkap Budi Karya dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip dari Kontan. Ia lantas mengimbau supaya masyarakat memilih tanggal lain apabila hendak kembali dari kampung halaman.

"Untuk itu saya minta kepada masyarakat agar tidak melakukan perjalanan di tanggal yang sama," imbuh Budi Karya. "Karena hari itu pasti ada suatu konsentrasi."


Kendati demikian, Budi Karya memastikan pihaknya juga sudah menyiapkan antisipasi seperti dengan melakukan penyekatan secara konsisten. Budi Karya juga mendorong agar petugas di lapangan tetap mempertahankan konsistensi pekerjaannya sampai akhir masa peniadaan mudik.

Budi Karya tak menampik bahwa pengendalian sektor transportasi darat memiliki tantangan yang lebih besar. Sebab mayoritas masyarakat memang memilih melakukan perjalanan dengan transportasi darat.

"Oleh karenanya effort yang dilakukan rekan-rekan petugas di lapangan baik dari TNI, Polri, Dishub, KKP, Satgas, dan unsur terkait lainnya adalah suatu hal yang luar biasa," kata Budi Karya mengapresiasi pekerjaan para petugas di lapangan. "Kesabaran para petugas dalam menangani masyarakat pengguna transportasi darat pun sudah dilakukan dengan baik."

Menurut Budi Karya, sampai hari ke-7 masa larangan mudik Lebaran, tercatat penurunan signifikan mobilitas warga. Tak main-main, penurunannya sampai 70-90 persen, baik di sektor udara, laut, dan darat, dibandingkan dengan sebelum masa peniadaan mudik.

"Kami apresiasi masyarakat yang telah memahami maksud dan tujuan pemerintah melakukan peniadaan mudik," pungkas Budi Karya. "Sehingga akhirnya mengurungkan niat untuk melakukan perjalanan mudik tahun ini."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts